A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u8325654/public_html/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u8325654/public_html/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u8325654/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus

KHDTK LABANAN

Kondisi aksesibilitas menuju lokasi berjarak ±51 km dari Tanjung Redeb (ibu kota Kabupaten Berau). Jarak darat dari kota Samarinda ke Desa Labanan ± 500 km, dimana menuju kawasan dapat ditempuh melalui 2 jalur, yaitu: 1). Jalur darat: Samarinda - Labanan ditempuh dalam waktu ±14 jam dan 2). Jalur udara: Bandara Temindung (Samarinda) - Bandara Kalimarau (Tanjung Redeb) – dilanjutkan jalan darat ke Hutan Penelitian Labanan kurang lebih ± 2 jam.

Risalah Kawasan

Kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) merupakan kawasan hutan tertentu untuk tujuan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan serta religi dan budaya (UU No 41 tahun 1999).Pembangunan KHDTK Hutan Penelitian (HP) Labanan diawali dengan berdirinya stasiun hutan penelitian Labanan yang semula merupakan areal konsesi IUPHHKA PT. Inhutani I Unit Labanan Gambar 1. Stasiun hutan penelitian tersebut merupakan hasil proyek kerja sama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, lembaga The Centre de Coop?ration Internationale en Recherce Agronomique poue le D?veloppement (CIRAD-For?t) Perancis dan PT Inhutani I pada September 1989 yaitu dengan pembangunan plot STREK Silvicultural Tehnique for the Regeneration of Logged Over Forest in East Kalimantan). Pada awal pembangunan hutan penelitian mempunyai luas areal ? 72 ha, beserta luas hutan penyangga (buffer zone) seluas 700 ha. Berdasarkan dokumen kesepakatan Konferensi International Tropical Forest Action Program (TFAT) yang diadakan di Yogyakarta, dengan berakhirnya proyek kerjasama tersebut pada tahun 1996 maka proyek kerjasama dilanjutkan oleh Berau Forest Manegement Project (BFMP), Uni Eropa. Sesuai SK. Menteri Kehutanan Nomor: 866/Kpts-X/1999 menyatakan kerjasama dimulai sejak 1996-2002 dengan kesepakatan Ditjen Pengusahaan Hutan ditunjuk sebagai executing agency, sedangkan Badan Litbang Kehutanan dan PT. Inhutani I ditunjuk sebagai participating agencies untuk pengelolaan hutan di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan bukan hanya pada plot STREK tetapi diperluas ke aspek sosial, ekonomi dan ekologi, dengan luas areal proyek dikembangkan menjadi 147.691 ha. Berdasarkan Peta Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Propinsi Kalimantan Timur yang merupakan lampiran Keputusan Menteri Kehutanan No. 79/KptsII/2001 tanggal 15 Maret 2001, kawasan hutan Labanan berfungsi sebagai Hutan Produksi tetap dan telah dibebani Ijin Usaha Pemungutan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam (IUPHHK-HA) an. PT. Inhutani I Unit Labanan yang bermitra kerja dengan Perusahaan Umum Daerah PT. Hutan Sanggam Labanan Lestari. Kerja sama dengan BFMP berakhir pada bulan Juni 2002, yang kemudian dilanjutkan oleh Berau Forest Bridging Project (BFBP) hingga Juni 2004. Sejak Juni 2004 hingga sekarang, pengelolaan KHDTK HP Labanan dilakukan oleh Badan Litbang dan Inovasi KLHK melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa. Hutan Penelitian Labanan ditunjuk sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK. 121/Menhut-II/2007 tanggal 2 April 2007 tentang Penunjukan Kawasan Hutan Produksi Tetap seluas ? 7.900 ha di Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur. Penataan batas di lapangan telah dilakukan dan penandatanganan Berita Acara Tata Batas dilakukan oleh Panitia Tata Batas Kawasan Hutan Kabupaten Berau yang tertuang dalam Keputusan Bupati Berau Nomor 407/2007 tanggal 27 Agustus 2007 seluas 7.959,10 ha (sebagaimana Berita Acara Tata Batas tanggal 25 Agustus 2009). Selanjutnya pemantapan kawasan melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK. 64/Menhut-II/2012 tanggal 3 Februari 2012 tentang Penetapan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus untuk Hutan Penelitian Labanan yang terletak di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur seluas 7.959,10 Hektar. Pengelolaan KHDTK HP Labanan diserahkan kepada Balai Besar Penelitian Dipterokarpa (B2PD) sesuai Surat Keputusan Kepala Badan Litbang Kehutanan Nomor: SK. 90/Kpts/VIII/2007 pada tanggal 25 Mei 2007. Hingga kini, KHDTK HP Labanan merupakan KHDTK terluas yang dimiliki Badan Litbang dan Inovasi dengan karakteristik hutan tropika basah dengan kondisi aksesibilitas yang cukup baik.


Informasi Umum

Potensi Flora

Data Flora Di KHDTK LABANAN Kosong atau Belum Di Inputkan Oleh Admin

Potensi Fauna

Data Fauna Di KHDTK LABANAN Kosong atau Belum Di Inputkan Oleh Admin

Sarana dan Prasarana

Data Sarana dan Prasarana Di KHDTK LABANAN Kosong atau Belum Di Inputkan Oleh Admin