A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u8325654/public_html/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u8325654/public_html/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u8325654/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus

KHDTK BENAKAT

KHDTK Benakat terletak di sebelah Barat Daya Kota Palembang dengan jarak sekitar 200 KM dan dapat dicapai melalui jalan darat Palembang – Indralaya - Prabumulih-SP. Belimbing (Muara Enim) -Pendopo (PALI) - Benakat. Posisi KHDTK Benakat berada di jalan pintas antara Kabupaten PALI dengan Kabupaten Musi Rawas.

Risalah Kawasan

KHDTK Benakat secara geografis terletak di antara 3 derajat 25 menit- 4 derajat 15 menit Lintang Selatan, dan 102 derajat 37 menit - 103 derajat 45 menit Bujur Timur, kemudian secara Administrasi Pemerintahan wilayah KHDTK Benakat masuk ke dalam 2 (dua) Pemerintahan Desa, yaitu Desa Sungai Baung dan Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan. Batas KHDTK Benakat sebagian besar merupakan batas alam berupa sungai, diantaranya Sungai Baung di Blok I, Sungai Pabil di Blok II, Sungai Benakat Bujang di Blok III dan Sungai Kemang di Blok IV, selain itu ada juga yang berbatasan dengan jalan. Kemudian secara administrasi pemerintahan sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Musi Banyuasin, sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas, sebelah Selatan dan Timur berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim. KHDTK Benakat dengan luas 3.724,80 ha terbagi dalam IV Blok yang masing-masing blok mempunyai luasan berbeda, Blok I (Sungai Baung) luas 2.206,50 ha terdiri dari 40 Petak yang luasnya rata-rata 50 ha per petaknya. Blok II (Sungai Pabil) luas 710,60 ha terdiri dari 400 ha untuk pemukiman warga agroforestry, lahan agroforestry dan penggembalaan ternak, sedangkan yang 310,60 sebagai lahan penelitian dan pengembangan, Blok III (Sungai Benakat Bujang) luas 326,10 ha dan Blok IV (Sungai Kemang) luas 469,70 ha. Pembagian petak dibatasi oleh jalan utama, jalan cabang dan jalan inspeksi.


Informasi Umum

KHDTK Benakat merupakan awal dari sejarah BPK Palembang, yang pada era 1980 merupakan areal Taman Baru yang ditumbuhi oleh hutan skunder tidak produktif dan padang ilalang seluas kurang lebih 3.724,8 Ha. Pengelolaan lahan hutan di Sumatera Selatan dilakukan dengan proyek kerjasama teknik Trial Plantation Project in Banakat, South Sumatera ATA-186 tahun 19791980 sampai dengan 1987/1988. Proyek ini merupakan kerjasama antara pemerintah Indonesia. Cq. Direktorat Jenderal Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan dengan pemerintah Jepang. Menindaklanjuti hasil proyek dan menjamin keberlanjutan kegiatan di kemudian hari, Departemen Kehutanan no.099/Kpts-II/1984, tanggal 12 Mei 1984 membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan (Dirjen RRL) dengan nama Balai Teknologi Reboisasi (BTR) Benakat yang berkedudukan di Benakat. Seiring dengan dinamika kebutuhan akan hasil-hasil litbang kehutanan, melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.169/Kpts-II/1991 pada tanggal 23 Maret 1993 dengan berbagai pertimbangan teknis dan administrasi, kedudukan BTR Benakat beralih ke Palembang berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.642/Kpts-II/1993 tanggal 12 Oktober 1993. Pada tahun 2002 BTR Benakat dirubah Struktur Organisasinya menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman (BP2HT) Palembang berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.6185/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan P.42/Menhut-II/2006 tanggal 2 Juni 2006 diubah menjadi Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Palembang dengan wilayah kerja meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi dan Bangka Belitung (BPK Palembang 2008). Kawasan Hutan Penelitian Benakat telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan No.748/Kpts-II/1999 tanggal 22 September 1999, selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.111/Menhut-II/2004 tanggal 9 April 2004 Hutan Penelitian Benakat ditetapkan menjadi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). KHDTK Benakat merupakan laboratorium lapangan dari berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang silvikultur, rehabilitasi lahan dan konservasi tanah, konservasi sumberdaya hutan, pemberdayaan masyarakat, sosial ekonomi dan kelembagaan dan lain-lain.

Potensi Flora

Flora yang ada di khdtk ini antara lain : Tembesu, Puspa/Seru, Sungkai , alang-alang,

Potensi Fauna

Fauna yang ada di khdtk ini antara lain : Macan Akar, Ayam Hutan, Beruang, Ular, Kera, Rusa, Harimau, Gajah, Babi hutan.

Sarana dan Prasarana

Data Sarana dan Prasarana Di KHDTK BENAKAT Kosong atau Belum Di Inputkan Oleh Admin